PENERAPAN SPEECH RECOGNITION PADA GOOGLE ASSISTANT
Kemajuan di bidang teknologi khususnya prosesor dan kecerdasan buatan menjadi semakin pesat, salah satunya yaitu Speech Recognition atau yang dikenal dengan Automatic Speech Recognition (ASR) merupakan suatu pengembangan teknik identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan oleh manusia dan kemudian diterjemahkan menjadi suatu data yang dimengerti oleh computer atau bisa diartikan sebagai proses merubah input suara ke media lain seperti teks. Oleh karena itu, speech recognition disebut sebagai speech-to-text (STT). Proses Kerja Alat Speech Recognition memiliki 4 tahapan proses, yaitu tahap penerimaan masukan, tahap ekstrasi, tahap pembandingan, dan tahap validasi identitas pengguna. Penerapan speech recognition terdapat diberbagai bidang antara lain yaitu bidang komunikasi, bidang kesehatan dan bidang militer.
Saat ini, hampir semua device atau perangkat dilengkapi oleh voice command, hal tersebut menarik perhatian bagi para peneliti untuk menjadikan speech recognition sebagai sebuah teknologi yang diharapkan dapat berkembang dibidang interaksi mesin dengan manusia. Smartphone dan computer tablet saat ini menjadi alat komunikasi dan asisten pribadi yang sangat penting, contohnya aplikasi berbasis berbasis suara yang dapat memudahkan manusia mencari berbagai macam informasi dalam bentuk ucapan menjadi sebuah teks yaitu Google Assistant. Perangkat lunak ini merupakan salah satu produk yang menarik bagi pengguna Google karena bisa terkoneksi dengan Gmail, Google Calendar dan Google Keep. Adapun fungsi dari Google Assistant antara lain memasang reminder, mengirim pesan, memberi kondisi lalu lintas, membaca berita, menerjemahkan kata yang belum dipahami, mencari tempat makan dan tempat wisata terdekat dari lokasi pengguna, caranya yaitu dengan melakukan percakapan dengan assisten virtual, misalnya saat pengguna bertanya “Tempat makan terdekat di Jakarta Selatan”, Google Assistant akan menjawab tempat makan yang ada di Jakarta Selatan. Selain itu, Google Assistant via Google Home memiliki voice command sederhana yang dapat memudahkan pengguna untuk menyalakan music, mengatur timer untuk oven, mengecek jadwal penerbangan dan mematikan lampu rumah.
Jadi, dapat disimpulkan, speech recognition adalah suatu proses computer dalam mengenali suara yang diucapkan oleh sesorang ke dalam bentuk teks. Sistem ini dapat memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan sesama manusia dan dimasa yang akan datang, speech recognition akan banyak digunakan dalam segala aktifitas.
Disusun Oleh :
Arie Ernandari - 31119008
3DB01
Referensi
Kurniawan, W. (2016). Identifikasi Speech Recognition Manusia
dengan Menggunakan Average Energy dan Silent Ratio Sebagai Feature Extraction
Suara pada Komputer. Biospecies, 9(1),1-6.
Supriyanta,
dkk. (2014). Aplikasi Konversi Suara Ke
Teks Berbasis Android Menggunakan Google Speech API. Bianglala Informatika,
2(2),11-19.
Repository
Unissula. Diakses pada 28 Juni 2022, dari http://repository.unissula.ac.id/14952/7/Bab%20I.pdf
Liputan6.com.
(2016, 19 Mei). Google Assistant, Assistant Pintar Responsif yang ‘Doyan’ Ngobrol.
Diakses pada 28 Juni 2022, dari https://www.liputan6.com/tekno/read/2510824/google-assistant-asisten-pintar-responsif-yang-doyan-ngobrol/
Towardsdatascience.com.
(2021, 26 Maret). Audio Deep Learning Made Simple : Automatic Speech
Recognition (ASR), How it Works. Diakses pada 28 Juni 2022, dari https://towardsdatascience.com/audio-deep-learning-made-simple-automatic-speech-recognition-asr-how-it-works-716cfce4c706
Mti.binus.ac.id. (2019, 8 Mei). Speech Recognition. Diakses pada 28 Juni 2022, dari https://mti.binus.ac.id/2019/05/08/speech-recognition/
thx kak ilmunya bermanfaat
ReplyDelete